MAU OLAHRAGA PAKAI MASKER? BACA INI SAMPAI SELESAI

by - Juni 05, 2020

Sumber gambar: kate trifo
Berbicara seputar virus corona atau yang disebut covid-19 telah merubah kebiasaan kita semua dalam menjalani aktivitas setiap hari. 

Perlu dingat pandemi covid-19 merupakan virus yang sangat bahaya oleh karena itu pemerintah pusat hingga daerah pada berjibaku dalam memperingatkan seluruh masyarakat agar terus waspada.

Peraturan baru pun saat ini telah dibuat selama pandemi covid-19, mulai dari jaga jarak, rajin menjaga kebersihan tubuh, menerapkan pola hidup sehat dan paling wajib yakni menggunakan masker setiap keluar rumah. 

Yaa saya merasakan betul, ditengah pandemi seperti ini jika keluar rumah tanpa menggunakan masker seperti berkendara tanpa helm, ada sesuatu yang kurang. 

Pikiran saya seperti sudah ke triger “untuk bawa masker”. Entahlah, demi kebaikan kita semua. 

Ngomongin pakai masker saat olahraga diluar rumah, pasti timbul pertanyaan. Apakah pakai atau tidak? Lebih lengkapnya, baca artikel ini hingga selesai. *Sambil ditemani wedhang jahe dan pisang goreng.

Perlu kita ketahui bersama, olahraga pakai masker bisa berdampak negatif bagi tubuh kita. Kenapa? Ketika sedang aktivitas olahraga tubuh kita sangat memerlukan banyak oksigen, bila mulut dan hidung tertutup masker tentu oksigen yang masuk dalam tubuh sangat sedikit sehingga menyebabkan paru-paru dan jantung akan bekerja lebih keras guna mendapatkan oksigen. 

Apabila oksigen yang masuk dalam tubuh minim tentu tubuh bisa kekurangan oksigen sehingga bisa timbul gejala, lemas, nafas lebih ngos-ngosan, dan paling bahaya bisa timbul cidera parah.

Sedikit cerita, sebelum saya mendapatkan pencerahan seputar “Olahraga pakai masker” saya pernah olahraga dengan intensitas tinggi menggunakan masker. 

Apa yang terjadi? tubuh langsung terasa lemas, dan nafas pun tidak beraturan iramanya. Waktu nafas mulai ngap, masker langsung saya copot.

Setelah itu setiap kali berolahraga saya tidak lagi menggunakan masker. Walaupun tidak menggunakan masker saat olahraga saya tetap membawa masker saya masukan pada saku baju, saya pakai lagi ketika sudah selesai olahraga ketika melewati kerumunan banyak orang. 

Ketika sedang berolahraga diluar Rumah, tetap terapkan jaga jarak dengan banyak orang dan jalankan protokol kesehatan yang berlaku. 

Pada dasarnya olahraga diluar rumah, sangat boleh dilakukan. Namun dilakukan secara mandiri, jika saat olahraga kamu membutuhkan partner buat mengontrol latihan bisa ajak teman atau sanak keluaraga kalian. 

Sebisa mungkin pilih jalur yang sudah kalian hafali setiap sudut jalur tersebut dan pastikan tidak banyak kerumunan orang. 

Lebih baik lagi jika bisa berlari diarea hijau yang banyak pepohonan mataupun persawahan, selain mendapatkan udara yang sejuk tentu bisa menjadi refleksi agar pikiran tetap sehat dan mampu berfikir lebih inovatif lagi. 

#FYI jika masih khawatir ketika berolaharaga diluar rumah, lebih baik pilih olahraga dengan intensitas ringan, seperti jalan santai, atau peregangan saja. Tetapi jika olahraga kalian instensitasnya cukup berat seperti jogging, bersepeda dengan ritme cepat, alangkah baiknya tidak pakai masker.

Seperti yang diungguah oleh dr. Andhika Raspati, SpKO pada laman akun instagramnya beliau menjelaskan penuluran covid melalui droplet bukan lewat udara bebas. Artinya selama kita bisa jaga jarak dengan banyak orang sangat aman menjalankan olahraga di luar rumah. 

Terakhir, setelah olahraga biasakan untuk langsung bersih-bersih tubuh dengan mandi supaya lebih segar dan harapannya kotoran seperti debu yang menempel pada baju maupun ditubuh kalian bisa juga hilang.


Follow instagram us :

@sarhid17
@blogpesonarun

You May Also Like

1 coment

  1. Betul, sebaiknya tidak pakai masker. Karena kalau olahraga berat sambil pakai Masker bisa berbahaya.

    BalasHapus