Waktu Paling tepat untuk update nomor lomba lari jarak jauh

by - Mei 18, 2020

Sumber gambar: Iwona Castiello d'Antonio
Ketika mau mengikuti sebuah event lomba lari marathon, saya sering kali mengalami rasa delima dalam pemilihan nomor lomba yang akan saya ikuti. 

Adanya kategori 5K, 10K, HM, FM sering kali membuat saya bingung mau milh yang mana. 

Kenapa sampai bingung? Karena menentukan nomor saat akan terjun dalam lomba adalah hal yang sangat penting sekali, demi dapat finish dengan selamat dan mencatatkan personal best.

Perlu diketahui apabila kita kurang tepat dalam memilih nomor jarak lomba bisa berefek pada cidera. Nah lho, bagi seorang runners cidera adalah hal yang sangat ditakutkan.

Maka dari itu, apabila ingin memilih nomor jarak lomba sesuaikan dulu dengan kemampuan diri kalian, jangan hanya ikut-ikutan teman saja. Kemampuan setiap individu berbeda-beda.

Sedikit cerita, ada seorang kawan saya, dia belum memiliki kemampuan untuk terjun dinomor lomba lari HM (Half Marathon) bisa dikatakan kemampuanya hanya baru bisa 10K. Mungkin dengan optimis yang besar, akhirnya nekatlah ambil nomor lomba half marathon tersebut. lomba dimulai km demi km sudah dilewati dengan mulus.

Tetapi sesampainya 10KM, tenaga sudah habis mulai terengah-engah, kadang jalan kadang dipaksakan berlari terus menerus dan sampai garis finish apa yang terjadi, ditandu tim medis untuk menjalani perawatan lebih intensif.

Beberapa minggu lalu saya mencoba menghubungi coach Agung gantar melalui dm instagram, saya mencoba menanyakan seputar tema tulisan yang sedang saya kupas ini. Jawaban coach gantar begini “Latihan secara 6 bulan secara rutin, dan pastikan setiap mengikuti event lomba lari disetiap kategori bisa finish dengan nyaman”.

Mendapatkan jawaban dari coach Agung gantar membuat saya sebagai pelari newbie termotivasi dalam merancang lagi strategi latihan dengan penuh konsultasi sama orang yang lebih pengalaman dalam bidang lari.

Jujur selama ini jadwal latihan saya belum bener-bener disiplin karena adanya pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Ya sebagai pelari hobi tujuan menjalankan olahraga lari guna menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dalam menjalankan aktivitas dengan gesit, tidak mudah loyo. 

Menelisik ke awal memulainya saya terjun ke race lomba, saya sudah membekali latihan setiap harinya. Yap pertama kali berlari saya tidak kuat langsung lari secara konsisten dengan jarak 5K langsung. 

Step by step saya lakukan mulai dari lari 100 meter bolak-balik berulang kali, berjalannya waktu kemudian jogging ringan sejauh 1K secara konsisten terus meningkat akhirnya bisa menapaki langkah hingga jarak puluhan kilo meter setiap minggu. 

Setelah itu saya mencoba untuk mengikuti race guna mengukur kemampuan dan bersenang-senang berjumpa para runners dari penjuru kota di Indonesia. 

Mengawali race pertama dengan jarak 10K membuat tantangan dalam diri tergugah, alhamdulillah perdana race bisa finish dengan nyaman dan tanpa cidera. 

Setelah race perdana berhasil, jiwa running saya terus bergelora hingga akhirnya puluhan race diberbagai kota dan provinsi sudah saya ikuti alhamdulillah bisa finish dengan nyaman tanpa cidera yang begitu berarti. 

Jawaban dari coach Gantar yang belum lama saya dapatkan ini, betul-betul ampuh untuk dipraktekan latihan dengan disiplin secara 6 bulan. Jika sudah dilakukan, saatnya terjun kenomor lomba yang diikuti, jika mampu menyelesaikan lomba berulang kali dengan baik, saatnya untuk mengupdate jarak lomba yang lebih jauh lagi.

Bisa disimpulkan, tidak usah terburu untuk segera update nomor lomba lari, pastikan kemampuan dalam diri kuat untuk menyelesaikan nomor lomba dengan jarak bertahap.

Sangat disarankan agar terus konsultasi sama pelatih atau kawan yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang lari. Dari situ nanti kalian bisa mendapatkan sebuah insight yang bisa diterapkan dalam latihan kalian semua untuk mempersiapkan lomba dengan jarak yang sudah kalian pilih.

Akhir kata untuk pembaca sekalian tetap kuat, jaga selalu kesehatan jika harus keluar rumah selama pandemi covid-19 tetap gunakan masker, cuci tangan dan jalani protokol yang berlaku.

Bentar lagi lebaran, segenap tim blogpesonarun.info mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Jangan mudik dahulu ya :)


You May Also Like

0 coment