Mengintip Latihan para Atlet Marathon Juara Dunia

Sumber gambar: athleticsweekly.com
Mo Farah dan Eliud Kipchoge dua nama yang tak asing lagi dalam kancah dunia lari marathon. Para pembaca wa bil khusus para runners tentu tak asing lagi mendengar nama-nama atlet top marathon tersebut. Mereka adalah pemegang rekor event marathon bergengsi di dunia. Berlin marathon, London Marathon, Boston Marathon sudah mereka jelejahi bahkan sudah pernah gelar podium juara direngkuh.

Ketika sedang mengikuti lomba lari marathon, baik diluar negeri hampir banyak sekali atlet lari asal kenya, ethopia, london, USA serta atlet lari profesional ikut berjibaku untuk merengkuh gelar juara. Perasaan kagum sering kali menyelimut didalam diri tatkala melihat atlet-atlet marathon tersebut dalam memacu lintasan menuju garis finish.

Bagaimana tidak kagum saat melihat atlet lari top dunia tersebut, setelah bendera dikibarkan para atlet tersebut sudah memacu langkah demi langkahnnya dengan cepat dan bisa menyelesaikan lomba lari marathon jarak 42.195 KM dengan waktu 2 jam lebih 5 menit saja. Setelah mereka memasuki finish sering kali tidak percaya.

Melihat penampilan atlet marathon tersebut membuat kita selalu bertanya-tanya, bagaimana para atlet marathon dunia dalam berlatih. Tenang dalam kesempatan kali ini penulis akan menghadirkan sajian terbaru, harapannya dengan artikel yang ditulis ini dapat membangkitkan semangatmu dalam berlatih kian lebih semangat lagi.

Seperti apa ulasan lengkapnya, untuk itu kita simak tulisan di bawah ini hingga selesai.

Eliud Kipchoge


Sumber gambar: edition.cnn
Pertama kita bahas pelari kebanggan warga kenya yakni Eliud Kipchoge, atlet berumur 34 tahun ini sudah malang melintang di berbagai kejuaraan dunia marathon, atlet asal kenya tersebut belum lama juga baru saja memacahkan rekor di event lomba lari Berlin marathon dengan mencatatkan waktu 2 Jam 01 menit 38 detik.

Perlu diketahui Eliud Kipchoge berlari dalam sepekan kalau ditotal bisa menyentuh angka 170 KM tentu angka tersebut sudah diprogram oleh pelatih, tidak sembarangan. Dalam sesi utama latihan yang dijalankan kipchoge mengawali berlari dengan jarak 30-40 KM (Pace 3:20 min/km).

Atlet-atlet dunia kebanyakan menjalankan latihan di dataran tinggi pebukittan maupun pegunungan. Perlu diketahui berlari didataran tinggi sangat bermanfaat untuk melatih kekuatan.

Dalam sisi latihan yang dijalankan, Kipchoge menerapkan program latihan fartlek setiap minggunya. Bagi kamu yang masih asing dengan kata fartlex yakni program latihan yang dimulai dengan berlari dengan kecepatan sedang kemudian dibarengi variasi sprint dengan jarak pendek kemudian dilanjutkan dengan berlari sedang kemudian sprint lagi.

Untuk recovery run Eliud Kipchoge dengan melakukan jogging ringan pace 5-6 min/km.

Mo Farah


Sumber gambar: runnersworld
Selanjutnya ada Mo Farah, beliau ini adalah pelari idola saya. Pelari yang sudah menjuarai olimpieade 4 kali dengan nomor jarak 5.000 m dan 10.000 m. Pelari asal Inggris raya ini juga memiliki latihan khusus demi menunjang performanya kian lebih epik lagi saat sedang tampil di event lomba lari marathon.

Oiya Mo Farah selain sudah pernah sering kali menjuarai lari dengan jarak 5.000 m dan 10.000 m tak menghalangi Mo farah tampil di nomor Marathon. Bahkan pada event Chicago marathon 2018 beliau berhasil menjuarai lomba tersebut sekaligus menorehkan personal best 2:05:11 detik.

Perlu diketahui setiap atlet mempunyai porsi latihan sendiri-sendiri sesuai dengan performa si atlet tersebut.

Berbeda dengan Juara berlin marathon 2018 yakni Eliud Kipchoge, Mo farah menjalani latihan setiap hari dimulai dengan melakukan recovery run 10 mil setiap hari senin pagi dengan instensitas jarak 10 mil dengan pace 6:00 min/km. Selanjutnya sore harinya dilanjutkan lagi dengan recovery run lagi dengan jarak 6 mil.

Kemudian hari selasa Mo farah sebelum mengawali latihan terlebih dahulu melakukn pemanasan dengan berlari 4 mil, pemanasan sudah mencukupi Mo langsung melanjutkan program latihan tempo run 8-12 mil dengan rata-rata pace 4:00 hingga 5:00 menit/ mil ditambah dengan pendinginan berlari 3 mil. Saat siang hari mo melajutkan program berlatih kekuatan dan conditioning dalam waktu 1 jam.

Hari rabu paginya mo mengawali dengan recovery run dengan jarak 12 mil dan dilanjutkan pijat. Sore harinya melakukan recovery run 5 mil.

Memasuki hari kamis mo masih mengisi latihan pagi dengan recovery run 11 mil, kemudian sore harinya masih dengan recovery run 5 mil.

Pada hari jum'at pagi, Mo mengawali dengan pemanasan sejauh 4 mil. Selanjutnya melakukan program interval 10x200 meter dengan durasi 29 detik untuk setiap repetisi. Siang hari Mo menjalankan latihan kekuatan dan conditioning dalam waktu 1 jam. Sore harinya lanjut dengan lari santai sejauh 4 mil.

Setelah latihan hari demi hari selesai, statistik keseluruhan latihan hingga 126-135 mil per minggu tanpa seharipun istirahat. Kerasnya latihan tidak membuat Mo patah semangat, karena Mo memahami jika lawannya memiliki kekuatan penuh.

Mo farah sendiri juga pernah mengunggah latihanya keras yang mana pada terakhir video menunjukan mo terjatuh membutuhkan oksigen karena lelahnya dalam latihan.

Untuk melihat semangatnya Mo farah, pembaca dapat mengklik video di bawah ini.

                             
Selain 4 Medali emas Olimpiade Mo memiliki sifat yang bersahaja, rajin melakukan sholat dan sangat saya sekali dengan keluarganya.

Demikian artikel ringkas pada edisi awal bulan Juli, semoga dapat menjadi motivasi untuk semua agar tetap semangat berolahraga agar tubuh tetap sehat nan kuat.



Sumber referensi: planetsport.asia



Belum ada Komentar untuk "Mengintip Latihan para Atlet Marathon Juara Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel