Sabtu, 23 Maret 2019

Meningkatkan Endurance Ala Atlet Lari Nasional

Tags

Mengikuti event lomba lari marathon saat itu pada tahun 2015 silam dalam event bertakjub Bank Jateng Borobudur Marathon. Antusias yang sangat membara, serta semangat yang sangat menggebu-gebu menjelang start saya rasakan betul ketika itu. Pertama kali mengikuti event lomba marathon saya langsung ikut kategori 10K.

Sedikit cerita, awal itu saya memutuskan ikut lomba lari marathon karena melihat instagram seorang perempuan berkalung sebuah medali setelah menamatkan Bali Marathon dengan jarak tempuh 10K. Detak kagum yang timbul dari dalam diri saya terus berkobar. Bagaimana tidak, melihat seorang perempuan bisa berkalung medali penamat lari marathon berskala international. 

Waktu itu saya sangat-sangat masih awam sekali mengenai dunia lari, dengan rasa penasaran akhirnya saya mencari informasi mengenai lomba lari dalam waktu dekat, dan akhirnya saya langsung menemukan Borobudur Marathon tersebut pada tahun 2015.

Tidak pakai menunggu lama, akhirnya saya langsung mendaftarkan diri. Latihan demi latihan saya jalani setiap paginya menjelang berangkat ke Kantor.

Dengan pengalaman yang sangat minim sekali, ternyata banyak sekali teknik berlariku yang masih salah.

Saat waktu race tiba, aba-aba bendera start di kobarkan tak tanggung-tanggung saya langsung berlari sekuat tenaga tanpa teknik tanpa memperdulikan kondisi. Benar saja, kurang lebih mendapat 500 meter, nafas sudah ngos-ngosan badan langsung terasa kesal sekali. Namun dengan jiwa semangat yang berkobar saya tetap melanjutkan race tersebut hingga garis finish dan mendapatkan sekeping medali penamat yang sangat membanggakan. waktu itu saya berhasil finish dengan catatan waktu 1 jam lewat 24 menit (kalau tidak salah).

Seperti kata banyak orang, setelah melakukan kesalahan kurang bijak kalau tidak melakukan evaluasi maupun intropeksi demi langkah kedepan yang lebih gemilang nan indah.

Seusai Borobudur Marathon 2015, saya pulang dengan penuh bangga mendapatkan sekeping medali penamat dan segudang ilmu mengenai dunia lari, wabil khusus lari  marathon.

Dari situ akhirnya saya tambah rajin mengulik informasi seputar dunia lari maupun jadwal event lomba lari marathon.

Perlu kita ketahui, sebelum kita berlari kita juga harus memastikan tubuh kita untuk siap diajak berlari supaya tidak terhenti di jalan. Dalam berlari kita tak hanya mengayunkan kedua tangan maupun melangkahkan kedua kaki saja. 

Namun, kita juga harus mengetahui penunjang-penunjang  yang memberikan dampak yang begitu kuat kedalam fisik kita antara lain teknik berlari, teknik bernafas hingga meningkatkan endurance pada diri seorang pelari.

Apa itu endurance? endurance adalah daya tahan tubuh maupun penguatan otot-otot dalam tubuh seorang olahragawan. Saking pentingnya, melatih endurance adalah hal yang wajib dilakukan supaya program latihan  serta impian untuk meraih podium juara maupun personal best dapat tercipta dengan cetar membahana.

Beberapa hari lalu, saya dapat berkesempatan untuk bertanya kepada atlet nasional beliau ini adalah pelari jarak jauh yang sekaligus prajurit TNI yakni mas Rudi Febriade. Perlu kita ketahui beliau ini sudah sering kali menaiki podium juara event lomba lari marathon bergengsi di Tanah air.

Sumber Gambar: IG Rudi Febriade
Dalam perbincangan melalui DM instagram, Mas Rudi Febriade membeberkan cara meningkatkan daya tahan tubuh bagi pelari. Dalam perbincangan berikut, akan penulis rangkum dalam beberapa poin di bawah ini:

Pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki teknik berlari dahulu. Dengan memperbaiki akan membuat seorang pelari lebih nyaman dalam menjalani program latihan meningkatkan endurance.

Kedua hal bisa dilakukan yakni dengan berlari naik turun tangga dengan intnsitas tertentu guna otot paha serta kaki semakin kuat kita gunakan untuk berlari dengan jarak yang jauh.

Ketiga jangan lupa untuk tidur yang cukup. Bagi seorang atlet, tidur yang cukup adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan power agar lebih sumringah lagi. Cara yang ketiga tak hanya untuk atlet saja, untuk kamu para pecinta lari juga harus memperhatikan tidur yang cukup guna tenaga yang ada dalam jiwamu terus kian membara. 

Bagi kalian yang sibux dengan pekerjaan, siang hari saat jam istirahat bisa kamu gunakan tidur antara 20 sampai 30 menit seusai sholat Dzuhur sekalian leyeh-leyeh. Setelah bangun baru kalian gunakan untuk makan siang dang langsung lanjut kerja. 

Tidur siang selain untuk memulihkan tenaga setelah menjalani latihan pagi hari juga dapat memperbaiki otot-otot tubuh yang lelah.

Keempat Perhatikan juga konsumsi makananmu, perbanyak sayur, buah, daging serta telur atau roti supaya tenaga dan kesehatan tubuh kamu tetap terjaga. Apabila menjelang race hindari makan sambal, guna menjaga perut tetap aman saat untuk menjalani program latihan.

Kelima Jangan lupa seminngu sekali atau setiap tanggal merah jangan lupa untuk longrun dengan jarak yang tidak seperti hari-hari biasa. semisal setiap hari kamu berlari dengan rata-rata jarak 12K saat weekend atau libur bisa kamu tambah hingga 24K. Supaya tahan tubuh kalian tetap kuat untuk meraih sekeping medali ataupun memperoleh catatan waktu terbaik.

Demikianlah, semoga dengan artikel yang penuh energik kali ini dapat menjadi refrensi untuk kita semua agar terus dan terus belajar memperbaiki teknik berlari serta meningkatkan daya tahan tubuh agar jauh lebih kuat.

Oiya saat latihan, usahakan jangan sendiri carilah partner atau pelatih yang sudah berpengalaman supaya latihan tetap terprogram dan penuh semangat.


EmoticonEmoticon